Yuk Ketahui Bahasa Lisan & Bahasa Tulis Pada Anak Usia Dini

 

Halo, apa kabar semua? Semoga selalu dalam keadaan baik ya.

 

Pada kali ini kita akan membahas mengenai bahasa lisan dan bahasa tulis. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa bahasa merupakan suatu alat untuk berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulis. Penggunaan bahasa sendiri bertujuan untuk menyampaikan sebuah maksud, ide, pikiran, dan mengekspresikan diri sendiri.

 

Pasti diantara kita masih ada yang bingung mengenai bahasa lisan dan bahasa tulis. Apa sih bahasa lisan dan bahasa tulis itu? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

Bahasa Lisan

 

Bahasa lisan merupakan suatu kemampuan anak dalam mengucapkan kalimat untuk menyampaikan pikiran, ide, dan mengekspresikan perasaan yang ada dalam dirinya. Bahasa lisan biasanya diucapkan langsung oleh penutur bahasa kepada pendengar bahasa dengan memperhatikan bahasa. Intonasi yang dihasilkan dari setiap kata berbeda-beda dan memberikan makna yang berbeda pula.

 

Contoh dari penerapan bahasa lisan bisa dilakukan dengan cara ajak si anak untuk berbicara dengan cara menirukan ocehan anak. Adapun tujuan dari bahasa lisan yaitu melatih anak agar dapat mengemukakan ide atau pendapatnya. Selain itu, anak juga dilatih untuk mampu dalam menyusun kalimat sederhana.

 

Di dalam bahasa lisan, terdapat syarat-syarat yang harus diperhatikan agar anak dapat berbahasa secara lisan. Di antaranya :

 

1.       Memerlukan orang kedua atau teman bicara.

2.        Tergantung situasi, kondisi, ruang dan waktu.

3.       Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, namun memerlukan intonasi serta bahasa tubuh.

4.       Berlangsung secara cepat. 

5.       Dapat berlangsung tanpa memerlukan alat bantu.

6.       Kesalahan dapat langsung dikoreksi.

7.       Dalam praktiknya, bahasa lisan dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi yang sesuai.

 

 

Bahasa Tulis

 

Bahasa tulis merupakan bahasa yang dihasilkan dengan cara memanfaatkan tulisan dengan huruf atau aksara sebagai sarana dan sebagai unsur yang dirangkai menjadi suatu kalimat, rangkaian kalimat menjadi sebuah paragraf dan dari banyaknya paragraf itu menjadi suatu tulisan yang nantinya akan memuat suatu informasi bagi orang lain. Bahasa tulis ini berkaitan dengan ejaan, tata bahasa, dan kosa kata.

 

Contoh dari penerapan bahasa tulis bisa dilakukan dengan cara ajak si anak untuk menebalkan garis putus-putus membentuk sebuah angka atau huruf. Adapun tujuan dari bahasa tulis yaitu untuk memperkaya kosakata. Selain itu anak juga dilatih untuk mengurai informasi dalam bentuk tulisan.

 

Stimulasi pada bahasa lisan bisa dilakukan dengan pengembangan kemampuan kefasihan berbahasa, pengembangan kemampuan sintaksis, dan pengembangan penguasaan kosakata. Sedangkan stimulasi pada bahasa tulis bisa dilakukan dengan cara mengajari anak untuk mengulangi apa yang mereka tulis walaupun dalam bentuk yang berbeda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Persepsi, Sensasi, dan Atensi

Memori dan Lupa