Persepsi, Sensasi, dan Atensi

 

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang persepsi, sensasi, dan atensi. Atensi terbagi menjadi 2

yaitu atensi selektif dan atensi sensorik. Macam-macam persepsi terdiri dari persepsi bentuk, persepsi

kedalaman, dan persepsi gerak. Salah satu ciri sensasi adalah modalitas yang menggunakan pancaindra.

 

Kata Kunci : Persepsi, Sensasi, Atensi

 

Bab 1 (Pendahuluan)

Dalam proses kognitif, kata persepsi, sensasi, dan atensi akan selalu dikaitkan. Sebelumnya apa yang

dimaksud dengan persepsi, sensasi, dan atensi? Untuk lebih jelasnya pada bab selanjutnya akan menjelaskan

mengenai pengertian dan contoh-contoh dari persepsi, sensasi, dan atensi.

 

Bab 2 (Pembahasan)

Pengertian sensasi ialah suatu proses pendeteksian atau proses munculnya sebuah perasaan/kesan yang terbentuk

akibat dari adanya ransangan suatu reseptor dari lingkungan. Contohnya yaitu organ indrawi seperti mata, hidung,

telinga, kulit, dan jaringann internal kulit. Ciri-ciri sensasi ada modalitas (pancaindra), kualitas (biru dengan hijau),

intensitas (suara tinggi ke suara rendah), adaptasitas (penggunaan anting yang tak pernah dilepas), dsb.

 

Selanjutnya ada pengertian persepsi. Persepsi adalah proses integrasi (penggabungan), rekognisi, reorganisasi

dan interpretasi informasi sensoris yg lebih kompleks. Proses ini dilakukan di otak dan akan menghasilkan sebuah

makna. Faktor-faktor fungsional yang menentukan persepsi yaitu berasal dari kebutuhan, pengaalaman masa lalu,

dan hal lain yang termasuk apa yang kita sebut sebagai faktor-faktor personal. Sedangkan faktor-faktor struktural

yang menentukan persepsi berasal dari sifat stimuli fisik dan efek-efek saraf yang ditimbulkannya pada sistem saraf

individu. . Macam-macam persepsi terdiri dari persepsi bentuk, persepsi kedalaman, dan persepsi gerak. Persepsi

bentuk yaitu pengorganisasian bentuk, persepsi kedalaman adalah kemampuan mempersepsikan (memaknai) objek

secara tiga dimensi, yang terakhir persepsi gerak yaitu kemampuan mempersepsikan (memaknai)  objek yang tampak

bergerak. Salah satu kemampuan dan penyebab perbedaan persepsi adalah bersifat bawaan dan berkembang sejak usia

dini, terbentuk melalui pengalaman, adanya sistem nilai dalam masyarakat, dsb.

 

Lalu yang terakhir ada atensi. Atensi merupakan kemampuan untuk memperhatikan pada satu kejadian dari sekian

banyak kejadian yang lain pada waktu yang sama secara psikologi dinamakan sebagai memfokuskan perhatian. Atensi

terbagi menjadi 2, yaitu atensi selektif dan atensi sensorik. Atensi selektif merupakan fokus pada aspek spesifik dari

pengalaman dan mengabaikan aspek lainnya. Sedangkan atensi sensorik yaitu perubahan tingkat keresponsifan sensoris

berdasarkan tingkat rata-rata rangsangan lingkungan. Pada proses atensi terkendali, bagian otak yang memproses semua

stimuli yg ada adalah bagian anterior yang terletak di dalam frontal lobe dan posterior ygn terletak dalam parietal lobe.

 

Bab 3 (Penutup)

Sensasi merupakan hasil kesan/perasaan dari proses rangsangan (sentuhan), persepsi merupakan hasil dari proses integrasi

atau penafsiran yang berupa makna sedangkan atensi ialah memusatkan perhatian atau memfokuskan perhatian pada objek.

 

Daftar Rujukan

Rachmayani, D. 2018. “Sensasi, Persepsi, Atensi”, http://dita.lecture.ub.ac.id/Pertemuan-7_Sensasi-Persepsi, diakses pada 28 September 2021 pukul 8.55.

https://journal.uny.ac.id/index.php/jpji/article/download/2845/pdf

Wulanyani,dkk. 2015. Pengantar Psikologi Kognitif : Universitas Udayana

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Perencanaan dan Taksonomi