Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

 Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek bahasa,

perkembangan bahasa menurut tahapan perkembangan, dan

area Broca dan Wernicke dalam otak pada anak usia dini.

 

Kata Kunci : bahasa, Broca, Wernicke

 

Bab 1 (Pendahuluan)

Bahasa merupakan jenis komunikasi yang dipakai oleh semua

manusia untuk menyampaikan sebuah informasi atau menerima

informasi. Setiap manusia memulai perkembangan bahasa diawali

dengan bahasa tangis. Seiring bertambahnya usia, perkembangan

bahasa pada manusia mulai mengalami peningkatan. Perkembangan

bahasa juga menjadi hal penting dalam proses pembelajaran. Di dalam

bahasa terdapat aspek-aspek bahasa, perkembangan bahasa menurut

tahapan perkembangan, dan hubungan area Broca dan Wernicke dalam

otak. Apa saja aspek-aspek bahasa? Bagaimana perkembangan bahasa

menurut tahapan perkembangan? Apa yang dimaksud dengan area Broca

dan Wernicke dalam otak?

 

Bab 2 (Pembahasan)

Aspek-aspek bahasa dibagi menjadi tiga, yaitu tata bahasa, makna, dan

bunyi. Tata bahasa atau disebut sintaksis dipelajari oleh anak dengan

orang di lingkungannya. Walaupun pengucapannya belum sesuai dengan

kaidahnya, namun karena sering mendengar dan meniru gaya berbicara

orang dewasa anak dapat mencontoh penggunaan tata bahasa secara

lisan dengan baik. Sintaksis atau tata bahasa meliputi bagaimana kata

kata disatukan sehingga membentuk frasa-frasa dan kalimat-kalimat

yang dapat dipahami.

 

Selanjutnya ialah makna atau morfem. Morfem ialah tata kelola bahasa

yang dipakai dalam membuat kalimat agar sistematis dan mudah dipahami

oleh semua orang. Morfem atau makna identik dengan proses dan penggunaan

nya.

 

Bunyi atau disebut dengan fonem adalah kemampuan membunyikan huruf vokal

yang tidak hanya mengeja huruf abjad tetapi juga bisa mengucapkan sebuah

kata dan mengerti apa yang diucapkannya. Contohnya I.B.U menjadi ibu.

 

Tahapan perkembangan bahasa terbagi menjadi 2, yaitu Egocentric Speech dan

Socialized Speech. Egocentric Speech digunakan untuk berbicara sendiri seperti

ketika merenung dan berpikir. Sedangkan Socialized Speech dipakai untuk berbicara

dengan orang lain dalam berinteraksi untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi

nya.

 

Area Broca dan Wernicke merupakan bagian otak yang memproduksi dan memahami

bahasa lisan dan tulisan. Area Broca pertama kali ditemukan oleh ahli bedah otak

asal Prancis yang bernama Paul Broca pada tahun 1861. Sedangkan pada area Wernicke

pertama kali ditemukan oleh seorang dokter Jerman yang bernama Carl Wernicke pada

tahun 1874. Area Broca letaknya di depan daerah korteks hermisfer kiri sedangkan area

Wernicke letaknya dekat representasi koteks pendengaran di belahan otak kiri. Pada

area Broca terdapat representasi motor untuk muka, lidah, bibir, langit-langit, pita suara,

dsb yang semuanya termasuk alat-alat ucap. Di dalam area Broca terdapat rumus-rumus

yang dapat mengubah atau mengkode bahasa yang di dengar ke dalam bentuk pengucapan.

Pada area Wernicke terjadilah proses pengenalan pola-pola bahasa dan berlangsung sangat

rumit. Area Broca dan Wernicke dihubungkan dengan busur fasikulus yang mencerminkan

antar ketergantungan kedua area ini. Jika terjadi kerusakan pada area Broca dan Wernicke,

maka proses memproduksi dan memahami bahasa lisan dan tulisan akan terganggu.

 

Bab 3 (Penutup)

Aspek-aspek bahasa terbagi menjadi 3 yaitu tata bahasa (sintaksis), makna (morfem),

dan bunyi (fonem). Tahapan perkembangan bahasa ada 2 tahap. Yang pertama yaitu

Egocentric Speech, lalu yang kedua yaitu Socialized Speech. Area Broca dan Wernicke

yang terdapat dalam otak berfungsi untuk memproduksi dan memahami bahasa lisan dan

tulisan.

 

Daftar Pustaka

Harianja, N., Bahasa, F., & Seni, D. (n.d.). HUBUNGAN BAHASA DENGAN OTAK.

Taufiqurrahman, S., & Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, S. (n.d.).

ANALISIS ASPEK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DASAR DALAM PROSES PEMBELAJARAN.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persepsi, Sensasi, dan Atensi

Perencanaan dan Taksonomi