Metode Pengembangan Kemampuan Bahasa Lisan Produktif

 Brainstorming umumnya dilakukan secara berkelompok, tetapi bisa juga dilakukan secara mandiri.


Brainstorming adalah sebuah metode yang bisa dilakukan untuk memecahkan berbagai masalah dan menghasilkan beragam ide baru sebanyak mungkin dengan cepat. Seperti namanya, brainstorming memiliki tujuan untuk merangsang otak berpikir secara logis, spontan, dan kreatif.


Ada beragam manfaat yang bisa Anda peroleh dari proses brainstorming, yakni:


Memecahkan masalah

Memunculkan inovasi atau ide baru

Memperjelas atau mewujudkan ide-ide yang abstrak

Menyederhanakan ide yang terlalu besar dan sulit untuk dicapai

Mendorong kreativitas

Melatih diri untuk berpikir kritis


Cara Melakukan Brainstorming

Sebenarnya ada banyak cara brainstorming yang bisa Anda lakukan. Namun, ada 2 pendekatan yang umum dipakai, baik secara berkelompok maupun mandiri, yaitu:


Mengajukan pertanyaan

Salah satu metode brainstorming yang paling banyak dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait hal yang ingin dibahas.


Anda bisa mulai dengan pertanyaan-pertanyaan dasar, seperti:


Apa penyebab masalah?

Kapan masalah terjadi?

Di mana masalah terjadi?

Siapa yang terlibat dalam masalah?

Mengapa masalah terjadi?

Bagaimana masalah terjadi?

Jika pertanyaan-pertanyaan dasar di atas sudah terjawab, jawaban tersebut bisa dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan Anda pada ide dan solusi dari masalah yang ada.


Menulis bebas

Menulis adalah metode brainstorming yang bertujuan untuk mengalirkan ide-ide yang ada di otak ke dalam bentuk tulisan. Untuk melakukan metode brainstorming ini, Anda perlu menetapkan batas waktu atau ruang untuk menuliskan ide-ide Anda, misalnya 10 menit atau pada 3 lembar kertas.


Tuliskan semua ide yang terlintas dalam pikiran Anda terkait masalah yang ada. Anda tidak perlu mengkhawatirkan kualitas tulisannya, karena tujuan brainstorming adalah untuk menghasilkan ide.


Setelah Anda selesai menulis, cobalah untuk membaca ide-ide yang sudah Anda tuangkan ke dalam tulisan. Setelah itu, pilihlah ide yang kira-kira berpotensi untuk menjadi solusi bagi masalah yang ada.


Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Brainstorming

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat proses brainstorming sedang berlangsung, yaitu:


1. Hindari mengkritik

Saat melakukan brainstorming, sebisa mungkin hindari mengkritik atau langsung meragukan ide-ide yang muncul, terlebih saat brainstorming dalam kelompok. Ingat bahwa brainstorming dilakukan untuk membuka semua kemungkinan yang ada demi terciptanya solusi atau inovasi bagi masalah tersebut.


2. Hargai semua ide yang muncul

Saat brainstorming, semua ide dan gagasan harus diterima dan dihargai, walau mungkin mereka sangat unik atau terdengar mustahil. Justru ide-ide seperti ini dapat memancing ide-ide yang lebih baik dari anggota kelompok lainnya.


3. Analisis ide yang dihasilkan

Setelah proses brainstorming selesai, ide-ide cemerlang yang dihasilkan dari proses brainstorming harus dianalisis lebih lanjut. Dengan begitu, ide-ide tersebut bisa menjadi satu gagasan yang lebih utuh dan solutif.


Brainstorming bisa menjadi salah satu sarana yang sangat baik untuk menghasilkan solusi bagi sebuah masalah. Namun, ada kalanya metode ini tidak cocok untuk memecahkan masalah pada sebagian orang.


Bercakap-cakap berarti saling 

mengkomunikasikan pikiran dan perasaan 

secara verbal atau mewujudkan kemampuan bahasa resensif dan bahasa 

ekspresif. Bercakap-cakap dapat diartikan 

sebagai dialog atau sebagai perwujudan 

bahasa resensif dan bahasa ekspresif dalam 

suatu situasi. 


Bercakap-cakap mempunyai 

makna penting bagi perkembangan anak 

usia dini karena bercakap-cakap dapat 

meningkatkan keterampilan berkomunikasi 

dengan orang lain, meningkatkan 

keterampilan dalam melakukan kegiatan 

bersama, juga meningkatkan keterampilan 

menyatakan perasaan serta menyatakan 

gagasan atau pendapat secara verbal. Oleh 

karena itu, penggunaan metode bercakap-cakap bagi anak usia dini terutama anak 

membantu perkembangan dimensi sosial, 

emosi, dan kognitif dan terutama 

ketermpilan bahasa


Bercakap-cakap 

merupakan salah satu bentuk komunikasi 

antar pribadi. Berkomunikasi merupakan 

proses dua arah. Untuk terjadinya 

komunikasi dalam percakapan diperlukan 

keterampilan mendengar dan keterampilan 

berbicara”. Penelitian dengan metode 

bercakap-cakap bertujuan untuk 

mengetahui seberapa jauh keterampilan 

anak dalam berbicara.


Penggunaan metode bercakap-cakap 

memberikan manfaat seperti meningkatkan 

keberanian anak untuk berbicara dengan 

orang lain, anak menjadi lebih percaya diri 

untuk menyatakan perasaan atau 

gagasannya pada saat guru menjelaskan pembelajaran didepan kelas, meningkatkan 

sikap anak dalam melakukan kerjasama 

dengan anak lain (terlihat ketika anak 

membantu temannya yang susah 

mengeluarkan kata-kata untuk 

mengungkapkan gagasannya pada saat 

kegiatan bercerita dengan orang lain 

didepan kelas. Hal ini sesuai dengan 

pendapat Isjoni (2010) yang 

mengemukakan bahwa manfaat metode 

bercakap-cakap meliputi meningkatkan 

keterampilan berkomunikasi dengan orang 

lain, meningkatkan keterampilan dalam 

melakukan kegiatan bersama dan 

meningkatkan keterampilan menyatakan 

perasaan, gagasan atau pendapat secara 

verbal.


Bermain peran 

dalam suatu kegiatan pembelajaran di mana anak memerankan tokoh-tokoh tertentu atau 

benda-benda tertentu dalam situasi sosial yang mengandung suatu masalah atau problem 

agar peserta didik mampu memecahkan masalah yang muncul.


Bermain merupakan salah satu bentuk permainan pendidikan yang dipergunakan 

untuk menjelasakan perasaan, sikap, tingkah laku, dan nilai dengan tujuan untuk 

menghayati perasaan, dilihat dari sudut pandang dan cara berfikir orang lain. Menurut 

vygostky anak-anak sebenarnya belum mampu berfikir abstrak, makna dan objek masih 

berbaur menjadi satu, dengan bermain peran ini diharapkan anak akan mengembangkan 

kemampuan abstrak mereka. Serta merangsang kreativitas anak untuk berekspresi, dalam 

berinteraksi social didepan umum.

Kegiatan bermain peran ini pernah dilakukan oleh nabi muhammmad SAW 

bersama cucu-cucu beliau, yaitu Hasan dan Husen. Di mana Hasan dan Husen bermain 

seraya menaiki punggung Nabi mereka seolah-olah berperang sebagai kuda.31


Macam-macam Bentuk Metode Bermain Peran

Pembentukan pola dalam bermain peran disesuaikan dengan tujuan-tujuan yang 

menuntut bentuk partisipasi tertentu, yaitu pemain, pengamat dan pengaji. Ada tiga 

macam bentuk dalam kegiatan bermain peran yaitu:

1. Bermain Peran Tunggal/Single Role-Playing

Pada pada organisasi ini mayoritas siswa bertindak sebagai pengamat terhadap 

permainan yang sedang dipertunjukkan. Adapun tujuan yang akan dicapai yaitu 

membentuk siap dan nilai.

2. Bermain Peran Jamak/Multiple Role Playing

Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan banyak anggota yang sama dan 

penentuanya disesuaikan dengan banyaknya peran yang dibutuhkan.

3. Bermain Peran Ulangan/Role Repetition

Peranan utama pada suatu drama dapat dilakukan oleh siswa secara bergilir. Dalam 

hal ini setiap siswa belajar melakukan, mengamati, dan membandingkan perilaku 

yang dimainkan pemeran sebelumnya.


Kegiatan bermain peran ini memiliki manfaat yang besar dalam meningkatkan 

keterampilan anak karena dengan bermain peran ini menyediakan waktu dan ruang bagi 

anak untuk belajar bertanggung jawab terhadap yang diperankanya, serta adanya 

komunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, mereka saling berbicara, mengungkapkan 

pendapat, bernegoisasi, dan menyelesaikan masalah yang muncul antara satu dengan 

yang lain.


Show and Tell merupakan suatu permainan yang digunakan dalam

mengembangkan kemampuan bahasa khususnya kemampuan bahasa lisan, di 

mana Show and Tell banyak digunakan dalam kegiatan yang dapat

mengembangkan kemampuan anak dalam menceritakan dan mengungkapkan 

pengetahuan tentang sesuatu. Metode show and tell adalah metode yang mengutamakan kemampuan berkomunikasi sederhana dan cocok digunakan oleh anak usia dini, karena kebiasaan anak usia dini yang berhasrat untuk menunjukan sesuatu.


terdapat beberapa macam jenis Show and Tell yang 

dapat diterapkan, yaitu Show and Tell dengan benda pribadi, Show and Tell dengan makanan, dan Show and Tell dengan gambar dan foto. 26Ketiga jenis 

bermain tersebut dijelaskan sebagai berikut:


Bermain Show and Tell dengan benda pribadi merupakan kegiatan 

bermain dengan menunjukkan dan menceritakan benda pribadi yang dimiliki. 

Sebelum melakukan Show and Tell guru meminta anak untuk membawa benda 

pribadi yang dimiliki ke sekolah. Benda pribadi tersebut dapat berupa alat 

permainan atau benda kesayangan. Kemudian alat permainan atau benda 

tersebut ditunjukkan dan diceritakan di depan kelas.

Show and Tell juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan makanan, 

makanan merupakan kebutuhan pokok yang memiliki kaitan yang kuat bagi 

setiap orang terutama bagi anak-anak. Dalam hal ini makanan yang dapat 

digunakan dalam Show and Tell adalah makanan ringan, minuman atau buah-

buahan. Dengan makanan anak dapat menceritakan tentang bentuk, rasa, dan 

hal-hal apa saja yang anak ketahui tentang makanan tersebut.

Show and Tell dengan foto atau gambar dapat mengingatkan kembali

tentang pengalaman yang pernah dialami anak terkait dengan kejadian atau

tempat yang pernah dikunjungi. Foto atau gambar merupakan media yang

paling sering digunakan selain mudah untuk didapatkan, foto atau gambar juga 

dapat mewakili banyak hal dalam bentuk visual.


Ada banyak manfaat bermain Show and Tell salah satunya 

mengembangkan kemampuan bahasa secara lisan, karena dalam pelaksanaan 

permainan ini anak banyak menggunakan bahasa lisan. Sehingga permainan ini 

kemudian dijadikan salah satu permainan yang bertujuan mengembangkan 

kemampuan berbahasa. Menurut Laurie Patsalides dalam Musfiroh manfaat 

dari Show and Tell ialah:

Show and Tell dapat mengembangkan beberapa aspek dalam kemampuan 

bahasa yaitu anak belajar berbicara dan menyimak, menjadi pendengar dan 

memperkenalkan diri, membuat penyelidikan berdasarkan pertanyaan-

pertanyaan, membuat hubungan antara respon anak dengan anak yang lain, 

antisipasi dan observasi, praktik keterampilan berbincang kritis, praktik 

bercerita, belajar kesamaan dan perbedaan, menggunakan kosakata, 

menggunakan bahasa deskriptif, dan mengucapkan terima kasih.29

Show and Tell bermanfaat untuk mengembangkan banyak aspek dalam 

kemampuan bahasa, karena dalam Show and Tell anak banyak berbicara dan 

menyimak percakapan yang dilakukan dalam kegiatan antara dirinya dengan 

teman sebaya dan guru, membiasakan anak untuk mendengarkan dan didengar, 

menjawab pertanyaan berdasarkan pertanyaan, melakukan pengamatan, 

membangun percakapan, memberikan kesempatan untuk bercerita, memahami 

persamaan dan perbedaan, menggunakan kata dengan tepat, dan membiasakan 

anak untuk berucap kata-kata yang positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persepsi, Sensasi, dan Atensi

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Perencanaan dan Taksonomi