Perencanaan dan Taksonomi

 

Perencanaan menurut Hasibuan (2001:20) adalah

proses penentuan tujuan dan pedoman pelaksanaan

dengan memilih yang terbaik dari alternatif-alternatif

yang ada.

 

Istilah taksonomi berasal dari bahasa Yunani yang

terdiri dari dua kata yaitu “taxis” dan “nomos”. Taxis

berarti pengaturan sedangkan nomos berarti ilmu

pengetahuan. Kata taxis juga merujuk pada struktur

hirarki yang dibangun dalam suatu klasifikasi. Jadi

taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang

klasifikasi. Dalam hal kaitannya dengan tujuan

pembelajaran, maka taksonomi tujuan pembelajaran

adalah klasifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan

domain pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang

diidentifikasi dalam tiga domain yaitu kognitif, afektif

dan psikomotorik (Atherton dalam Yaumi, 2013:88).

Tujuan pembelajaran yang dapat digolongkan

berdasarkan taksonominya, membantu guru untuk

melihat tujuan itu secara khusus. Sering guru

mengharapkan siswa mengerti apa yang telah diajarkan,

sementara sering siswa menyatakan bahwa mereka telah

mengerti apa yang telah diajarkan guru. Tetapi apa

sebenarnya yang dimaksud dengan mengerti itu masih

belum jelas. Dengan memilih taksonomi tertentu maka

hal tersebut dapat dispesifikasikan, di samping itu taksonomi

tujuan pembelajaran juga membantu guru untuk menghubungkan

kurikulum dengan alat evaluasi (Gulo, 2008:50).

 

Bloom (1956) dan Krathwohl (1964) membuat

taksonomi tujuan pembelajaran dibagi menjadi tiga

ranah yaitu: (1) ranah kognitif, (2) ranah afektif, dan (3)

ranah psikomotorik. Ranah kognitif menekankan pada

tujuan intelektual, ranah afektif menekankan pada

perasaan dan emosi, sikap dan penghargaan, sedangkan

ranah psikomotorik menekankan pada keterampilan

gerak fisik (Zaini, 2002:68).

 

Ananda, R. 2019. Perencanaan Pembelajaran. LPPI Press : Medan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persepsi, Sensasi, dan Atensi

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini