Metode Pengembangan Kemampuan Bahasa Lisan Reseptif
Metode tanya jawab sebagai cara mengajar
yang memungkinkan terjadinya interaksi dua arah secara langsung antara guru
dengan murid.16 Vygotsky menjelaskan, pembelajaran bahasa terjadi melalui
interaksi sehari-hari dan berbagi pengalaman antara orang dewasa dan anak.17
sedangkan Bruner menyatakan bahwa anak belajar dari hal yang konkret ke
abstrak melalui tiga tahapan, yaiutu enactive, iconic dan symbolic, pada tahap
enactive anak berinteraksi dengan objek berupa benda-benda, orang dan
kejadian.18 Artinya, ada keterkaitan antara metode tanya- jawab dengan interaksi.
Metode tanya-jawab adalah salah satu cara yang dipakai guru untuk
mengembangkan bahasa anak yaitu dengan guru memberi pertanyaan kepada
anak atau sebaliknya, terlebih lagi guru melakukan metode tanya-jawab dengan
menggunakan benda atau media visual, maka secara langsung anak sedang
melatih dan menguasai perbendaharaan kosakata, melalui interaksi yang baik
antara guru dan anak maka memungkinkan terjadinya proses pengembangan bahasa didalamnya dan keterampilan dasar bahasa anak pun berangsur-angsur
diharapkan semakin membaik.
Menyimak merupakan proses pendengaran, mengenal dan
menginterpretasikan lambang-lambang lisan, sedangkan mendengar
adalah suatu proses penerimaan bunyi yang datang dari luar tanpa banyak
memperhatikan makna itu. Kemampuan menyimak melibatkan proses
mengintepretasi dan menerjemahkan suara yang didengar sehingga
memiliki arti tertentu. Kemampuan ini melibatkan proses kognitif yang
memerlukan perhatian dan konsentrasi dalam memahami arti informasi
yang disampaikan. Sebagian besar anak dapat menyimak informasi
dengan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuannya
dalam membaca.
Dalam kaitannya dengan mendengar dan mendengarkan. Bromley
dalam Dhieni, mengemukakan bahwa proses menyimak aktif terjadi
ketika anak sebagai pendengar menggunakan auditory discrimation and
aculity dalam mengidentifikasi suara-suara dan berbagai kata, kemudian
menerjemahkannya menjadi kata yang bermakna melalui auding atau
pemahaman.20 Menyimak juga merupakan keterampilan berbahasa yang
setiap hari kita lakukan, seseorang yang melakukan kegiatan menyimak
memungkinkan untuk biasa memperoleh informasi baru lebih lancar
berkomunikasi. Menyimak yang sering dilakukan dalam kehidupan
sehari-hari adalam menyimak pembicaraan orang lain.
Menyimak Informatif
Ada beberapa kegiatan yang dapat direncanakan atau ditugaskan
kepada anak untuk mengembangkan kemampuan menyimak informatif.
1) Membiarkan/menyuruh anak menutup mata lalu menundukkan
kepalanya di atas meja, kemudian suruh mereka membedakan
bunyi (meraut pensil, mendorong buku, membuka pintu,
mendorong kursi) lalu tanyakan kepada mereka untuk menebak
suara apa yang muncul.
2) Mengajarkan kepada anak-anak bagaimana menerima pesan
telepon secara singkat.
3) Mengajak anak-anak berjalan-jalan.
2. Menyimak Kritis
Beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan
menyimak kritis pada anak adalah sebagai berikut.
1) Membacakan cerita pendek lalu ajak anak untuk mengungkapkan
ide utama dari cerita yang mereka dengar. Untuk membantu anak
usia Taman Kanak-kanak mengungkapkan ide cerita bisa dipandu
dengan pertanyaan dari guru.
2) Membacakan teka-teki dan mengajak anak menebak berbagai
jawaban.
3) Mengajak anak-anak membuat teka-teki sendiri lalu membacakan
pada teman-temannya.
3. Menyimak Apresiatif
Ada tiga media yang dapat digunakan untuk mengembangkan
kemampuan menyimak ini, yaitu:
1) Musik, merupakan media yang paling nyata untuk membantu anak
menghargai dan menikmati apa yang didengar.
2) Bahasa yang berirama, meliputi semua sajak Taman Kanak-Kanak.
Membacakannya dengan lantang di depan anak membantu mereka
memahami dan merasakan irama dan ritme bahasanya.
3) Patung visual, berhubungan dengan musik yang menciptakan
atmosfer khusus atau irama yang membuat pesan yang
disampaikan diperkirakan dapat lebih menambah ketertarikan anak
dalam mendengarkan.
a) Simak - Ulang Ucap
Metode simak-ulang ucap biasanya digunakan dalam
memperkenalkan bunyi-bunyi tertentu seperti bunyi kendaraan, suara
binatang, bunyi pintu ditutup atau juga bunyi bahasa.
b) Simak - Kerjakan
Model ucapan guru berisi kalimat perintah. Anak mereaksi atas
perintah guru. Reaksi anak dalam bentuk perbuatan. Penggunaan metode
ini bisa dilakukan dalam bentuk permainan atau perlombaan.
c) Simak - Terka
Guru menyiapkan benda-benda yang tidak diketahui atau tidak
diperlihatkan kepada anak. Lalu menyebutkan ciri-ciri benda tersebut dan
anak ditugaskan untuk menerka benda yang dimaksud.
d) Menjawab Pertanyaan
Guru menyiapkan bahan simakan berupa cerita. Sangat diharapkan
taraf kesukaran cerita baik dari segi isi maupun bahasanya disesuaikan
dengan kemampuan anak. Cerita tersebut juga cerita yang actual dan
menarik bagi anak. Kemudian guru menyampaikan bahan tersebut secara
lisan, baik dengan menceritakan maupun dengan membacakannya. Lalu
guru mengajukan pertanyaan sehubungan dengan cerita tersebut.
e) Parafrase
Guru mempersiapkan sebuah puisi yang cocok untuk anak. Guru
membacakan puisi tersebut. Anak menyimak dan kemudian ditugaskan
menceritakan kembali isi puisi tersebut dengan kata-kata tersendiri.
f) Merangkum
Metode bercerita merupakan salah satu cara dalam memberikan
pengalaman belajar bagi Anak Usia Dini, dengan membawakan
cerita kepada anak secara lisan dapat berpengaruh terhadap
perkembangan anak. Harus diingat dalam bercerita yang
dibawakan oleh guru adalah membawakan cerita dengan cerita
yang menarik dan mampu mengundang perhatian anak, karena
bercerita adalah suatu metode komunikasi universal yang sangat
berpengaruh kepada jiwa manusia.
Adapun tujuan dari metode bercerita adalah sebagai berikut :
1. Mengembangkan kemampuan berbahasa, di antaranya kemampuan
menyimak (listening), juga kemampuan dalam berbicara (speaking)
serta menambah kosa kata yang dimilikinya.
2. Mengembangkan kemampuan berpikirnya karena dengan bercerita anak
diajak untuk memfokuskan perhatian dan berfantasi mengenai jalan
cerita serta mengembangkan kemampuan berpikir secara simbolik.
3. Menanamkan pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita yang
akan mengembangkan kemampuan moral dan agama, misalnya konsep
benar-salah atau konsep ketuhanan.
4. Mengembangkan kepekaan sosial-emosional anak tentang hal-hal yang
terjadi di sekitarnya melalui tuturan cerita yang disampaikan.
5. Melatih daya ingat atau memori anak untuk menerima dan menyimpan
informasi melalui tuturan peristiwa yang disampaikan.
6. Mengembangkan potensi kreatif anak melalui keragaman ide cerita yang
dituturkan.17
7. Meningkatkan kemampuan berbahasa
8. Mengembangkan kreativitas anak dalam bahasa
9. Mengembangkan kemampuan imajinasi.18
Manfaat Metode Bercerita Bagi Anak
Cerita atau kisah merupakan salah satu metode pendidikan yang baik
bagi anak, yang sekarang banyak diacuhkan oleh orang tua dan pendidik
dengan berbagai alasan, mereka tidak mengetahui bahwa metode bercerita
mempunyai manfaat yang baik untuk anak yaitu:
a. Melatih anak untuk pintar berkomunikasi dan bercerita.
b. Mengembangkan bahasa anak, juga mengembangkan kamus atau
pembendaharaan kata dan tata bahasanya, serta membantu dalam
persiapan untuk membaca dan menulis.
c. Membuka wawasan pengetahuan anak dengan memberikan informasi
tentang alam nyata maupun khayalan, dan memberikan pengalaman
kepada anak bagaimana menghadapi masalah.
d. Melatih anak untuk belajar bercerita dan melakukan percakapan serta
menghormati pendapat yang satu dengan yang lainnya.
e. Menumbuhkan kemampuan yang baru bagi anak dari kerjasamanya
dalam mengungkapkan sebuah cerita.
f. Pada dasarnya, cerita itu dapat membantu anak dalam mengetahui
karakter yang berbeda-beda dan dapat merasakannya, hal ini dapat
mengaplikasikan hubungan antara anak dan karakter tersebut.
g. Dan hal yang terpenting dari sebuah cerita adalah adanya keterkaitan
emosional dan kasih sayang yang kuat dan nampak yang timbul dari si
pencerita. Hal ini akan dirasakan oleh anak yang mendengarkan cerita
tersebut, mereka akan merasa damai dan senang karena cerita tersebut
dibawakan dengan suka cita.
h. Sebuah cerita mampu mempengaruhi tumbuh kembang anak, karena
menggambarkan karakter diri dari beberapa orang dan berbagai kejadian
serta tempat yang dipaparkan dalam kisah tersebut.19
adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode bercerita yang
harus diperhatikan dan dilaksanakan yaitu:
1) Menetapkan tujuan dan tema yang dipilih untuk kegiatan bercerita
2) Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih
3) Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan untuk kegiatan bercerita
sesuai dengan yang direncanakan
4) Sebelum mulai bercerita mengatur tempat duduk anak terlebih dahulu
5) Pembukaan kegiatan bercerita sesuai dengan tujuan dan tema yang sudah
ditetapkan
6) Pengembangan cerita yang ditutukan guru sesuai tujuan dan tema yang
sudah ditetapkan
7) Menetapkan teknik bertutur yang dapat menggetarkan perasaan anak
merupakan bagian yang terkandung dalam tujuan dan tema yang sudah
ditetapkan
8) Mengajukan pertanyaan pada akhir kegiatan bercerita.
Metode bermain
1. Membaca. Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan
memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anak pun akan
berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
2. Mendengarkan radio. Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak
baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak
akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu
apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan,
kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
3. Menonton televisi. Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio,
baik pengaruh positif maupun negatifnya
Komentar
Posting Komentar