Metode Pengembangan Bahasa Tulis Produktif

 Bahasa tulis produktif merupakan bahasa yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan akademis dalam pendidikan resmi seperti menulis angka, huruf, kata, kalimat membuat garis atau menulis catatan. Supaya anak menguasai keterampilan bahasa tulis produktif perlu adanya latihan khusus dan rangsangan yang tepat, orang tua memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kemampuan bahasa tulis anak. Ada beberapa metode yang memudahkan untuk melatih kemampuan menulis anak yaitu dengan melakukan metode imitasi, metode psikolinguistik dan metode motorik halus. Dari ketiga metode ini memiliki fungsi yang sama hanya saja perlakuannya yang berbeda. Tujuan dari metode-metode tersebut adalah untuk membantu mengembangkan kemampuan bahasa tulis anak.


a. Imitasi merupakan metode pengembangan anak usia dini dengan meniru keterampilan untuk menentukan tulisan-tulisan yang telah di ajarkan sebelumnya. Contohnya: orang tua atau guru menuliskan sesuatu (angka, huruf, kata, ataupun kalimat) kemudian diikuti anak juga menulis apa yang telah di tulis orang tua atau guru sebelumnya. 

b. Psikolinguistik merupakan metode mengembangkan dengan kemampuan menyusun pikiran dengan jelas dan mampu menggunakannya secara kompeten melalui kata-kata bicara, membaca dan menulis. Contohnya: anak memikirkan kata-kata dalam pikirannya dan kemudian menuliskannya. 

c. Motorik halus merupakan meningkatnya pengordinasi gerak tubuh yang melibatkan otot dan saraf yang lebih kecil. Contohnya: melatih anak menuliskan huruf, angka, kalimat maupun membuat garis horizontal maupun garis vertikal


Imitasi merupakan metode meniru yaitu proses kognisi untuk melakukan tindakan maupun aksi seperti yang dilakukan oleh orang disekitar anak dengan melibatkan indera sebagai penerima rangsangan dan pemasangan kemampuan persepsi untuk mengolah informasi dari rangsangan dengan kemampuann aksi untuk melakukan gerakan motorik.

Imitasi atau meniru juka merupakan sebuah keterampilan untuk menetukan suatu tulisan-tulisan yang sudah diajarkan sebelumnya. Latihan ini bisa dilakukan dengan cara mendengarkan dan memperlihatkan. Dengan demikian, kemampuan ini merupakan representasi ulang terhadap apa yang dilihat maupuan yang didengar anak. Pada metode ini bisa dilakukan dengan orang tua atau guru menuliskan huruf, kata, atau angka kemudian diikuti oleh anak.

Psikolinguistik adalah ilmu yang menguraikan proses-proses psikologis yang terjadi apabila seseorang menghasilkan kalimat dan memahami kalimat yang didengarnya waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan berbahasa itu diperoleh manusia.

 Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajarai proses-proses mental yang dilalui oleh manusia dalam berbahasa. Secara rinci ilmu psikolinguistik mempelajari empat topik utama yaitu: 

a. Komperhensi Komperhensi yakni proses-proses mental yang dilalui oleh manusia sehingga mereka dapat menangkap apa yang dikatakan orang lain dan memahami maksud dari perkataan tersebut. 

b. Produksi Produksi yakni proses-proses mental pada diri kita yang yang membuat kita dapat berujar seperti yang kita ujarkan. 

c. Landasan biologis serta neurologi yang dapat membuat manusia bisa berbahasa. 

d. Pemerolehan bahasa yakni bagaiman anaka memperoleh bahasa mereka. 


Motorik halus merupakan metode yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata tangan. Saraf motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan rangsangan yang kontinu secara rutin. Seperti menulis, bermain puzzle, menyusun balok, memasukkan benda kedalam lubang sesuai bentuknya, membuat garis, melipat kertas dan sebagainya. Kecerdasan motorik halus anak berbedabeda, seperti dalam hal kekuatan maupun ketepatannya. Perbedaan ini juga dipengaruhi oleh pembawaan anak dan stimulasi yang didapatkannya. Lingkungan merupakan pengaruh terbesar dalam kecerdasan motorik halus anak, terutama pada masa-masa kehidupannya. Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang optimal asal mendapatkan stimulasi yang tepat. Disetiap fase anak membutuhkan rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya. Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, maka semakin banyak pula yang ingin diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan, tetapi bukan berarti sebagai orang tua boleh memaksakan si kecil. Tekanan, persaingan, penghargaan, hukuman atau rasa takut dapat menggangu usah yang dilakukan si keci

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Persepsi, Sensasi, dan Atensi

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Perencanaan dan Taksonomi